Langsung ke konten
BUTUH BANTUAN? KIRIM EMAIL KE: INFO@ASTADEWA.COM
Kartu tarot Rider-Waite dikelilingi manik-manik hias dan kain, ilustrasi sejarah tarot
Budaya

Sejarah Tarot: Asal Usul Kartu Tarot hingga Revolusi Rider-Waite

Michael

· 16 menit baca

Bagikan:
Dengarkan artikel ini

Tarot mungkin alat paling awet sekaligus paling sering disalahpahami dalam tradisi okultisme Barat. Orang awam melihatnya sebagai setumpuk kartu bergambar misterius yang dipakai peramal, mistikus, dan para pencari ilmu tersembunyi. Padahal di balik tujuh puluh delapan gambarnya tersimpan jalinan sejarah, filsafat esoteris, dan perkembangan spiritual yang membentang lebih dari lima abad. Sejarah tarot bukan sekadar kisah permainan kartu yang lama-lama dipakai untuk meramal. Ini kisah tentang simbol yang membawa makna melintasi zaman, tentang perkumpulan rahasia yang menjaga pengetahuan terlarang, dan tentang hiburan zaman Renaisans yang kini menjadi salah satu sarana paling ampuh untuk mengenal diri.

Dalam tulisan ini kita akan menelusuri perjalanan kartu-kartu tersebut: dari asal usulnya di istana bangsawan Italia abad ke-15, perubahan besarnya di tangan para okultis Prancis, sampai dek Rider-Waite-Smith yang mengubah cara orang membaca tarot untuk selamanya. Di sepanjang jalan kita akan bertemu para mistikus, visioner, dan seniman yang namanya tercatat dalam sejarah esoteris, orang-orang yang membentuk tarot menjadi seperti yang kita kenal sekarang.

Anda mungkin praktisi lama, kolektor dek, atau sekadar penasaran dengan asal usul kartu tarot. Apa pun alasannya, perjalanan menembus sejarah tarot ini akan memperlihatkan bahwa kartu-kartu itu jauh lebih dari alat meramal masa depan. Tarot adalah cermin jiwa manusia, peta kesadaran, dan mata rantai yang masih hidup dengan arus tersembunyi spiritualitas Barat.

Daftar Isi [tampilkan]
  1. 1Sejarah Tarot Bermula di Italia Abad ke-15: Dek Visconti-Sforza
  2. 2Dari Permainan Kartu Menjadi Sarana Okultisme: Court de Gébelin dan Éliphas Lévi
  3. 3Tarot dan Hermetic Order of the Golden Dawn
  4. 4Revolusi Rider-Waite-Smith Tahun 1909
  5. 5Thoth Tarot dan Perkembangan Esoteris Lainnya
  6. 6Tarot Modern dan Warisannya dalam Praktik Okultisme
  7. 7Peran Tarot dalam Spiritualitas Masa Kini
  8. 8Tanya Jawab Seputar Sejarah Tarot
  9. 9Kesimpulan

Sejarah Tarot Bermula di Italia Abad ke-15: Dek Visconti-Sforza#

Kartu tertua yang bisa kita pastikan sebagai kartu tarot tidak berasal dari Mesir kuno, seperti yang kelak diklaim sebagian okultis, melainkan dari istana-istana Italia yang gemerlap pada masa Renaisans. Pada paruh pertama abad ke-15, kaum bangsawan Italia memesan dek kartu lukisan tangan untuk permainan bernama trionfi, artinya "kemenangan". Permainan inilah yang kelak berkembang menjadi dek tarot yang kita kenal sekarang. Visconti-Sforza Tarot, yang dibuat sekitar tahun 1450 untuk keluarga penguasa Milan, adalah dek tarot tertua yang diketahui masih ada. Kartu-kartu indah ini dilukis dengan tangan oleh seniman seperti Bonifacio Bembo, lengkap dengan sepuhan emas, kostum yang rumit, dan tokoh-tokoh alegoris dari mitologi klasik serta simbolisme abad pertengahan.

Sejarah tarot: kartu Tarot Rider-Waite dikelilingi manik-manik hias dan kainDek Rider-Waite-Smith yang terbit tahun 1909 mengubah wajah tarot lewat Minor Arcana yang seluruhnya bergambar

Dek pada masa itu terdiri dari tujuh puluh delapan kartu, susunan yang nyaris tidak berubah selama lebih dari lima ratus tahun. Lima puluh enam kartu membentuk Minor Arcana: empat suit yang masing-masing berisi empat belas kartu, yaitu kartu angka dari as sampai sepuluh ditambah empat kartu istana (raja, ratu, kesatria, dan page). Dua puluh dua kartu sisanya, yang saat itu disebut trionfi dan kelak dikenal sebagai Major Arcana, menampilkan adegan alegoris seperti The Fool, The Lovers, Death, dan The World. Kartu truf ini awalnya tidak dibuat untuk meramal. Fungsinya hanya sebagai urutan tetap dalam permainan: setiap truf mengalahkan truf di bawahnya.

Menurut catatan Morgan Library and Museum, dek ini dibuat sebagai permainan kartu kaum bangsawan dan digemari keluarga-keluarga paling terpelajar dan berkuasa di Italia masa Renaisans. Gambar-gambarnya bersumber dari alegori abad pertengahan, mitologi klasik, dan ikonografi Kristen. The Fool, yang sampai sekarang paling mudah dikenali, kala itu belum menjadi simbol esoteris tentang potensi tanpa batas seperti yang dipahami banyak orang hari ini. Ia hanyalah truf dengan peringkat terendah dalam permainan.

Dari Permainan Kartu Menjadi Sarana Okultisme: Court de Gébelin dan Éliphas Lévi#

Tarot mulai berubah dari permainan kartu menjadi sarana okultisme pada akhir abad ke-18. Saat itu pendeta Protestan sekaligus cendekiawan Prancis Antoine Court de Gébelin menerbitkan karya besarnya, Le Monde Primitif (1781). Di sana ia mengajukan klaim yang mencengangkan: kartu-kartu ini bukan sekadar kartu permainan, melainkan sisa dari Kitab Thoth Mesir kuno, gudang pengetahuan esoteris yang disimpan dalam bentuk simbol. Teori ini sama sekali tidak didukung bukti sejarah, tetapi berhasil memikat kalangan okultis bawah tanah Eropa dan ikut menentukan arah sejarah tarot selama berabad-abad sesudahnya.

De Gébelin juga menyatakan bahwa kata "tarot" berasal dari bahasa Mesir, "Tar" (jalan) dan "Ro" (kerajaan), sehingga berarti "Jalan Kerajaan Kehidupan". Ia mengaitkan dua puluh dua kartu Major Arcana dengan dua puluh dua huruf abjad Ibrani. Dari sinilah lahir hubungan antara tarot dan Kabbalah yang kelak menjadi inti tafsir okultisme berikutnya. Para sarjana modern sudah membantah tuntas teori Mesirnya, tetapi pengaruh de Gébelin terhadap tarot sulit dilebih-lebihkan. Seorang diri ia memulai tradisi esoteris yang masih hidup sampai hari ini.

Kartu tarot mistis: kartu tarot modern di atas meja, dilihat dari dekatSimbolisme kartu tarot terus berkembang selama lima abad, dari alegori Renaisans sampai filsafat esoteris

Tokoh penting berikutnya adalah penyihir dan okultis Prancis Éliphas Lévi (nama aslinya Alphonse Louis Constant). Pada tahun 1856 Lévi menerbitkan Dogma and Ritual of High Magic, yang memasukkan kartu tarot ke dalam sistem magi seremonial yang utuh. Seperti dijelaskan Victoria and Albert Museum, karya Lévi mengangkat tarot dari permainan ramal-ramalan di ruang tamu menjadi sarana esoteris yang serius. Ia memperkenalkan istilah "Major Arcana" dan "Minor Arcana" untuk membedakan kartu truf dari kartu suit, lalu merangkai numerologi, Kabbalah, astrologi, dan alkimia menjadi satu kerangka okultisme yang berporos pada tarot. Warisan Lévi yang paling bertahan adalah pemasangan setiap kartu Major Arcana dengan satu huruf Ibrani dan satu padanan astrologi. Sistem ini kemudian disempurnakan oleh ordo-ordo okultis sesudahnya.

Tarot dan Hermetic Order of the Golden Dawn#

Babak terpenting dalam sejarah tarot yang penuh rahasia terjadi di Inggris pada akhir era Victoria, ketika Hermetic Order of the Golden Dawn berdiri. Perkumpulan rahasia ini didirikan tahun 1888 oleh William Wynn Westcott, Samuel Liddell MacGregor Mathers, dan William Robert Woodman. Mereka meramu hampir semua aliran esoterisme Barat (Kabbalah, Hermetisisme, alkimia, astrologi, magi Enochian, dan tarot) menjadi satu sistem inisiasi yang sangat tertata.

Bagi Golden Dawn, tarot bukan sekadar alat ramal. Tarot adalah peta simbolis yang lengkap tentang alam semesta dan jiwa manusia. Setiap kartu diberi padanan yang rumit: rasi zodiak, planet penguasa, huruf Ibrani, jalur pada Pohon Kehidupan Kabbalah, dan unsur alam. Para anggota wajib menghafal semua padanan ini dan bermeditasi dengan kartu sebagai latihan spiritual. Di antara anggotanya yang terkenal ada penyair W.B. Yeats, okultis kontroversial Aleister Crowley, dan tokoh terpenting dalam kisah ini, mistikus sekaligus cendekiawan Arthur Edward Waite.

Kartu tarot okultisme antik: tiga kartu Major Arcana di atas permukaan kayuThe Star, The Moon, dan The Sun, tiga kartu kuat Major Arcana yang silsilahnya berakar di Italia masa Renaisans

Menurut entri Wikipedia tentang Rider-Waite Tarot, Waite adalah penulis produktif di bidang okultisme dan tokoh utama salah satu pecahan Golden Dawn, yaitu Independent and Rectified Rite of the Golden Dawn. Ia menggagas dek baru yang revolusioner: dek yang akhirnya menampakkan padanan esoteris yang selama ini hanya diketahui para adept yang sudah diinisiasi. Untuk mewujudkannya, ia menggandeng sesama anggota ordo yang juga seniman sangat berbakat, Pamela Colman Smith.

Revolusi Rider-Waite-Smith Tahun 1909#

Pada tahun 1909, penerbit London William Rider & Son merilis dek yang kelak menjadi dek tarot paling berpengaruh sepanjang sejarah: Rider-Waite-Smith Tarot. Gagasannya datang dari Arthur Edward Waite, yang menyusun kerangka konsep dan petunjuk simbolnya. Yang menghidupkannya adalah Pamela Colman Smith, sesama inisiat Golden Dawn dengan gaya visual yang sangat khas.

Apa yang membuat dek Rider-Waite-Smith begitu revolusioner? Dek-dek sebelumnya, termasuk Tarot de Marseille dan para pendahulunya, umumnya membiarkan kartu Minor Arcana (kartu suit bernomor) tanpa ilustrasi. Kartu itu hanya memuat simbol suit yang disusun berpola, mirip kartu remi biasa. Pembaca harus menghafal makna kartu "pip" ini satu per satu. Waite dan Smith mengubah semua itu. Untuk pertama kalinya, setiap kartu Minor Arcana mendapat adegan bergambar utuh yang sarat simbol dan langsung menyampaikan makna esoterisnya.

Inovasi ini mengubah cara orang membaca tarot untuk selamanya. Gambar pada kartu seperti Three of Cups, Ten of Swords, dan Ace of Pentacles bercerita lewat visual, sehingga pemula pun bisa mulai menafsirkannya dengan intuisi. Gaya Smith yang khas, dipengaruhi Pre-Raphaelite Brotherhood, cetakan cukil kayu Jepang, dan gerakan simbolisme, memberi dek ini estetika yang langsung dikenali. Gaya itu sudah ditiru dan ditafsirkan ulang tak terhitung kali selama satu abad terakhir. Seperti diulas Smithsonian Magazine belum lama ini, sejarah tarot yang penuh warna sama memukaunya dengan dek-deknya sendiri, dan dek Rider-Waite-Smith adalah puncaknya.

Waite juga mengubah beberapa hal penting pada Major Arcana. Ia menukar posisi Strength dan Justice (mengikuti urutan dalam sistem Kabbalah Golden Dawn) dan merancang ulang sejumlah kartu agar lebih sesuai dengan padanan esoterisnya. Yang paling terkenal adalah kartu Death. Di dek Rider-Waite-Smith, kartu ini tidak menampilkan malaikat maut yang menebas orang hidup, melainkan kesatria berwujud kerangka yang bangkit dari bumi sambil membawa panji hitam berhias mawar putih, lambang perubahan dan bukan kehancuran. Kartu Temperance pun berubah: dari sosok sederhana yang menuang cairan dari satu bejana ke bejana lain menjadi sosok bak malaikat yang berdiri dengan satu kaki di air (alam bawah sadar) dan satu kaki di daratan (dunia materi), dengan mahkota cahaya di kepalanya.

Jasa Pamela Colman Smith bagi tarot lama kurang dihargai. Ia seniman yang produktif, anggota Abbey Theatre di Dublin yang legendaris, ilustrator buku anak, dan pengikut mistikus Rusia George Gurdjieff. Ia bergabung dengan Golden Dawn pada tahun 1901 lewat perkenalan W.B. Yeats, lalu membawa visi artistik yang unik ke dalam dek ini: perpaduan simbolisme okultisme, seni rakyat, tata panggung, dan kepekaan emosional yang dalam. Smith pula yang memutuskan agar bingkai kartu dihilangkan dan para tokohnya mengisi seluruh bidang gambar, pilihan desain yang membuat dek ini terasa dekat dan hidup. Gambar aslinya dibuat dengan tinta dan cat air, dengan gaya lugas yang nyaris seperti gambar anak-anak, padahal menyimpan kedalaman esoteris yang luar biasa. Meski begitu, untuk dek yang kemudian menjadi dek tarot paling populer dan berpengaruh di dunia, ia hanya dibayar honor tetap £15 tanpa royalti sedikit pun. Fakta ini baru belakangan mendapat perhatian yang layak dalam tulisan-tulisan tentang sejarah tarot.

Membaca tarot: tangan memegang kartu tarot di atas kain warna-warniPembacaan tarot modern bersumber dari tradisi praktik spiritual yang berumur lebih dari lima abad

Thoth Tarot dan Perkembangan Esoteris Lainnya#

Dek Rider-Waite-Smith tidak menutup sejarah tarot. Justru sebaliknya, dek ini memicu ledakan kreativitas. Setelah kesuksesannya, para okultis lain berlomba membuat dek yang mencerminkan sistem esoteris mereka sendiri. Yang paling terkenal adalah Thoth Tarot, rancangan okultis kontroversial Aleister Crowley yang dilukis Lady Frieda Harris selama lima tahun, dari 1938 sampai 1943.

Crowley sudah dikeluarkan dari Golden Dawn, tetapi tidak pernah meninggalkan kerangka esoterisnya. Ia merancang Thoth Tarot sebagai perpaduan sistem filsafatnya sendiri, Thelema, dengan mitologi Mesir, alkimia, astrologi, dan magi Enochian dari John Dee. Dek Thoth terkenal rumit: setiap kartunya padat dengan simbol esoteris, glif astrologi, diagram alkimia, dan padanan angka. Kalau dek Rider-Waite-Smith ingin membuat tarot mudah dipahami pembaca intuitif, dek Thoth menuntut pembelajaran yang serius. Meski demikian, lukisan Lady Harris adalah karya seni modernis yang memukau, dengan warna berani, pengaruh kubisme, dan intensitas yang membara, sangat serasi dengan filsafat visioner Crowley.

Sepanjang abad ke-20 muncul pula dek-dek penting lainnya, antara lain kebangkitan Tarot de Marseille (kembali ke tradisi sebelum Waite), restorasi pola Marseille oleh Alejandro Jodorowsky dan Philippe Camoin, serta tak terhitung tafsir modern yang membawa tarot ke arus utama budaya populer. Setiap dek tetap mempertahankan struktur dasar tujuh puluh delapan kartu, sambil menafsirkan simbolnya lewat kacamata zaman dan visi seninya masing-masing.

Tarot Modern dan Warisannya dalam Praktik Okultisme#

Hari ini tarot menempati posisi yang unik dalam dunia spiritualitas. Tarot adalah sarana praktik esoteris yang dalam, sekaligus alat yang mudah dijangkau siapa saja untuk merenung dan mengenal diri secara psikologis. Mata rantai sejarah tarot memang panjang: dari istana Renaisans Italia, kebangkitan okultisme Prancis, sistem Golden Dawn yang ketat, sampai karya revolusioner Waite dan Smith. Hasilnya adalah tradisi yang tua sekaligus terus diperbarui.

Bagi praktisi yang serius, kartu tarot tetap menjadi sarana ampuh untuk menyelami alam bawah sadar, berkomunikasi dengan entitas gaib, dan membaca arus tak kasatmata dari nasib dan takdir. Dalam tradisi merawat khodam dan ilmu spiritual, kartu tarot sering menjadi jembatan antara alam manusia dan alam gaib, semacam bahasa yang dipakai roh, pembimbing, dan khodam pendamping untuk menyampaikan kebijaksanaannya. Artikel Apa Itu Khodam Pendamping: Pengantar Merawat Khodam membahas dasar-dasar bekerja dengan entitas gaib. Tarot melengkapinya dengan sistem simbol yang tertata, sehingga hubungan itu bisa diperdalam dan dipahami.

Para praktisi modern juga merasakan manfaat besar dari kebiasaan menulis Book of Shadows dan jurnal ritual. Catatan ini melengkapi latihan tarot karena pembaca bisa melacak tafsirannya, sinkronisitas yang muncul, dan pertumbuhan spiritualnya dari waktu ke waktu. Seperti semua laku spiritual yang serius, hasil terbaik datang dari perpaduan jurnal yang rapi, pemahaman simbol yang dalam, dan latihan yang konsisten.

Peran Tarot dalam Spiritualitas Masa Kini#

Saat ini tarot sedang bangkit dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Aplikasi digital, komunitas media sosial, dan ramainya pasar dek terbitan independen membawa kartu tarot ke khalayak global, jauh melampaui lingkup perkumpulan rahasia dan toko buku okultisme. Keterbukaan ini membawa berkah sekaligus tantangan. Di satu sisi, makin banyak orang bisa mengakses sarana wawasan spiritual yang sejati. Di sisi lain, kedalaman tradisinya kadang hilang dalam kejaran estetika ala Instagram dan tafsir yang serba disederhanakan.

Bagi yang ingin mendalami tarot sepenuhnya, memahami sejarah tarot itu wajib. Kartu-kartu ini bukan simbol sembarangan. Di dalamnya tersimpan kebijaksanaan turun-temurun para praktisi okultisme, tersandi dalam gambar yang bersumber dari tradisi Hermetis, Kabbalah, alkimia, dan astrologi Barat. Membaca tarot tanpa memahami sejarahnya ibarat membaca buku dalam bahasa yang hanya separuh Anda kuasai: makna di permukaannya mungkin tertangkap, tetapi arus yang lebih dalam tetap tak terlihat.

Panduan Cara Merawat Khodam Pendamping: Panduan Lengkap untuk Pemula menekankan pentingnya membangun hubungan dengan sarana dan entitas spiritual yang Anda ajak bekerja. Prinsip yang sama berlaku untuk tarot: makin tekun Anda mempelajari simbolnya, menghormati sejarahnya, dan mendekatinya dengan takzim, makin banyak yang ia singkapkan. Jika Anda ingin memadukan tarot dengan laku spiritual yang sudah berjalan, tarot bisa menjadi pelengkap yang kuat bagi kerja bersama khodam, meditasi, dan penyembuhan energi.

Tanya Jawab Seputar Sejarah Tarot#

T: Kapan kartu tarot pertama kali dibuat? J: Kartu tarot tertua yang diketahui berasal dari Italia pada pertengahan abad ke-15, tepatnya tahun 1450-an, yaitu dek Visconti-Sforza pesanan bangsawan Milan. Awalnya kartu ini dipakai untuk permainan bernama trionfi (kemenangan).

T: Benarkah tarot berasal dari Mesir kuno? J: Tidak. Klaim bahwa tarot berasal dari Mesir kuno dipopulerkan Antoine Court de Gébelin pada tahun 1781, lalu diadopsi para okultis. Teori ini memang membentuk tradisi esoteris tarot, tetapi tidak ada bukti sejarah yang mendukungnya. Asal usul kartu tarot yang sebenarnya ada di Italia masa Renaisans.

T: Apa itu Rider-Waite-Smith Tarot? J: Rider-Waite-Smith Tarot terbit pertama kali pada tahun 1909 dan menjadi dek tarot paling berpengaruh dalam sejarah. Dek ini dirancang cendekiawan okultisme Arthur Edward Waite dan digambar seniman Pamela Colman Smith. Untuk pertama kalinya, seluruh kartu Minor Arcana tampil dengan adegan bergambar utuh.

T: Siapa Pamela Colman Smith? J: Pamela Colman Smith adalah seniman Inggris kelahiran Jamaika, anggota Hermetic Order of the Golden Dawn, dan ilustrator dek Rider-Waite-Smith Tarot. Ia juga menggambar buku anak, merancang untuk Abbey Theatre di Dublin, dan menjadi pengikut G.I. Gurdjieff. Untuk karyanya pada dek tarot itu ia hanya dibayar £15 tanpa royalti.

T: Bagaimana tarot dipakai dalam praktik okultisme? J: Dalam tradisi okultisme, terutama di Hermetic Order of the Golden Dawn, tarot dipakai sebagai peta simbolis alam semesta, sarana meditasi, sistem ramalan, dan jalan pengembangan spiritual. Setiap kartu dipadankan dengan astrologi, Kabbalah, numerologi, dan alkimia.

T: Apakah tarot masih relevan bagi spiritualitas modern? J: Ya. Tarot bangkit besar-besaran pada abad ke-21. Jutaan orang memakainya untuk pengembangan diri, inspirasi kreatif, wawasan psikologis, dan keterhubungan spiritual.

Kesimpulan#

Sejarah tarot jauh lebih aneh dan memikat daripada mitos asal usul mana pun. Dari istana bersepuh emas di Milan masa Renaisans, bengkel-bengkel esoteris Paris abad ke-19, kuil rahasia Golden Dawn, sampai kerja sama revolusioner Arthur Edward Waite dan Pamela Colman Smith, seni tarot terus berkembang selama lebih dari lima abad. Ia selamat dari cemoohan kaum skeptis, distorsi komersialisasi, dan upaya berbagai lembaga untuk menekannya. Melewati semua itu, tujuh puluh delapan kartunya tetap mempertahankan struktur dasar dan kekuatannya untuk berbicara langsung kepada jiwa manusia.

Bagi Anda yang memilih jalan merawat khodam, mendalami ilmu spiritual, atau sekadar menyelami diri, kartu tarot menawarkan cermin. Di sana yang tak kasatmata menjadi terlihat, alam bawah sadar naik ke permukaan, dan pola-pola nasib yang tersembunyi tersingkap bagi mereka yang mampu melihatnya. Kartu tarot bukan sekadar potongan karton bercetak. Ia adalah kunci menuju pintu yang sudah terbuka selama lima ratus tahun, menunggu siapa pun yang berani memutar gagangnya.

Baik Anda baru mulai mengenal tarot maupun sedang memperdalamnya, Astadewa menyediakan sarana dan bahan spiritual untuk menemani perjalanan Anda. Jelajahi koleksi khodam pendamping dan layanan spiritual kami, yang dirancang untuk menguatkan laku spiritual Anda dan menghubungkan Anda dengan alam gaib.

Lihat Khodam Pendamping Bimbingan

Artikel terkait

Belum ada komentar. Punya pertanyaan atau pengalaman yang ingin dibagikan? Jadilah yang pertama berkomentar.

Tulis komentar

0 / 2000